Pages

Kamis, 24 Januari 2013

Static routing dengan packet Tracer

H

ei bro bro and sis sis.. dah lama gw ga ngulas tentang teknologi di blog nih.. ^^ haha langsung aja to the point. kali ini gw mw bagiin tentang static routing itu dan simulasi konfigurasinya di packet tracer. Sebelum ke topik. apa sih static routing itu.. Nah Static routing itu adalah routing yg secara manual di tambahkan ke table routing dari setiap router.

keuntungan statis routing:
  1. Routing statis menambah keamanan, karena admin dapat memilih untuk       
    mengizinkan akses routing ke network tertentu saja
  2. Tidak ada overhead (waktu pemrosesan) pada CPU router, yg berarti anda mungkin   dapat membeli router yg lebih murah daripada jika anda menggunakan routing
    dinamis.
  3. Routing statis memiliki AD (administrative distance) yg paling kecil yaitu = 1 yang
    berarti statik routing adalah routing yang sangat di percaya kebenarannya.
  4. Tidak ada bandwith yg digunakan diantara router, yg berarti lo mungkin dapat menghemat uang untuk link WAN.   

kelemahan statis routing :

1.   Admin harus benar-benar memahami internetwork dan bagaimana setiap router di hubungkan untuk dapat berkomunikasi.

2.   Routing statis tidak cocok untk network yg besar, karena butuh waktu dan pemikiran yang full time untuk mengurusnya.

3.   Jika sebuah network di tambahkan ke internetwork, admin harus menambahkan sebuah route   satu persatu di tiap router secara manual.
   
comand statis routing dilakukan di mode configuration terminal dengan 
format :

ip route [network_tujuan] [subnet mask] [next_hop_address or exit_interfaces]

contohnya nih bro :
ip route 10.10.3.0 255.0.0.0 192.167.2.2 1

Udah ahh praktek aja yuk gw pusing teori mulu, kaya dosen aja gw #ehhh hahaha :D

Nih bro rancangan topologi awalnya kalo gw yee, buat IP sesuka lo deh berapa aja.


PC Bandung :
IPnya 10.10.10.10
subnet 255.255.255.0 /24
gatewaynya arahin ke interface router 1 : 10.10.10.1
Router 1 :
disini gw set router dihubungkan dengan kabel serial DCE buat koneksi serialnya, jadi jangan lupa masukin Clockratenya, kalau tidak ada clock ratenya nanti interfacenya gak bisa up.
udaaah.. nah masuk ke router 1, masuk ke command CLIny
nih command yang gw masukin :
Router1>enable
Router1#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router1(config)#interface fa 0/0
Router1(config-if)#ip address 10.10.10.1 255.255.255.0
Router1(config-if)#no shutdown
Router1(config-if)#exit
Router1(config)#interface serial 0/1/0
Router1(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.252
Router1(config-if)#clock rate 64000
Router1(config-if)#no shutdown
Router1(config-if)#exit
Router1(config)#exit
Jika mau lihat interface tersebut jadi DCE atau DTE bisa dengan command “show controllers [interface]“
contoh :
Router1#show controllers serial 0/1/0
Interface Serial0/1/0
Hardware is PowerQUICC MPC860
DCE V.35, clock rate 64000
idb at 0x81081AC4, driver data structure at 0x81084AC0
SCC Registers:
General [GSMR]=0x2:0x00000000, Protocol-specific [PSMR]=0x8
Events [SCCE]=0x0000, Mask [SCCM]=0x0000, Status [SCCS]=0x00

Router 2 :
Router2>enable
Router2#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router2(config)#interface fa 0/0
Router2(config-if)#ip address 20.20.20.1 255.255.255.0
Router2(config-if)#no shutdown
Router2(config-if)#exit
Router2(config)#interface serial 2/0
Router2(config-if)#ip address 192.168.1.2 255.255.255.252
Router2(config-if)#clock rate 64000
Router2(config-if)#no shutdown
Router2(config-if)#exit
Router2(config)#exit

PC Medan :
IPnya 20.20.20.20
subnet 255.255.255.0 /24
gatewaynya arahin ke interface router 2 : 20.20.20.1

Konfigurasi Static Route : 
Udaaah, sekarang tinggal masukin command routing static nya di router
di router 1. caranya Klik lagi router 1, masuk ke command Cli :
Router1>enable
Router1#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router1(config)# ip route 20.20.20.0 255.255.255.0 192.168.1.2
Keterangannya sbb :
    - 20.20.20.0 (network tujuan) 
    - 255.255.255.0 (SM tujuan) 
    - 192.168.1.2 (next hopnya)
atau bisa juga :
Router1(config)# ip route 20.20.20.0 255.255.255.0 serial 0/1/0 
Keterangannya :
    - serial 0/1/0 (interface keluarannya)
di router 2 :
menurut teori dan prakteknya dari router1 sudah bisa ping langsung ke PC Medan, karena router bisa menggunakan IP source 192.168.1.1 untuk ping PC Medan, untuk route baliknya udah dapet dari tetangganya yang directly connected.
beda kasusnya kalau dari PC Bandung mau ping ke PC Medan, harus di buat route baliknya di Router Medan 
hayo bingung gak? itulah hidup itu bro.. #ehh lagi
yaudah sekarang masukin lagi command routing static nya di router,
kali ini di router 2.
caranya Klik lagi router 2, masuk ke command Cli :
Router2>enable
Router2#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router1(config)# ip route 10.10.10.0 255.255.255.0 192.168.1.1
Keterangannya sbb :
    - 10.10.10.0 (network tujuan) 
    - 255.255.255.0 (SM tujuan) 
    - 192.168.1.1 (next hopnya)
*untuk lebih mengerti silahkan sambil ngelihat gambar topologi diatas

atau bisa juga :
Router1(config)# ip route 10.10.10.0 255.255.255.0 serial 0/1/0 
Keterangannya sbb : 
     - serial 0/1/0 (interface keluarannya)
kalau udah di route, berdoa dulu ehh, hahaha langsung aja di test dengan coba mengirimkan paket..


udah simpel aja dulu yee.. gw juga masih cupu ^^

0 komentar:

Posting Komentar