Pages

Selasa, 08 Januari 2013

GMKI dan Deskripsi Sejarahnya

GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) adalah organisasi kemahasiswaan yang didirikan pada tanggal 9 Februari 1950. Namun Christelijke Studenten Vereeniging op Java (CSV) yang menjadi cikal bakal GMKI telah ada jauh sebelumnya dan berdiri sejak 28 Desember 1932 di Kaliurang


VISI :
Terwujudnya kedamaian, kesejahteraan, keadilan, kebenaran, keutuhan ciptaan dan demokrasi di Indonesia berdasarkan kasih.

MISI :

  1. Mengajak mahasiswa dan warga perguruan tinggi lainnya kepada pengenalan akan Yesus Kristus selaku Tuhan dan Penebus dan memperdalam iman dalam kehidupan dan pekerjaan sehari-hari. 
  2. Membina kesadaran selaku warga gereja yang esa di tengah-tengah mahasiswa dan perguruan tinggi dalam kesaksian memperbaharui masyarakat, manusia dan gereja. 
  3. Mempersiapkan pemimpin dan penggerak yang ahli dan bertanggungjawab dengan menjalankan panggilan di tengah-tengah masyarakat, negara, gereja, perguruan tinggi dan mahasiswa, dan menjadi sarana bagi terwujudnya kesejahteraan, perdamaian, keadilan, kebenaran dan cinta kasih ditengah-tengah manusia dan alam semesta.
TUJUAN DARI FEDERASI INI 
Menginspirasika­n satu dinamika, menghimpun mahasiswa-mahas­iswa kearah satu kepercayaan Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus sesuai dengan Alkitab dan hidup selaku murid Tuhan Yesus yang sejati. dalam menyebarluaskan­ kerajaan Allah di dalam dunia, menjalin persekutuan antar bangsa dan melakukan pelayanan bagi mahasiswa dan dunia, intinya (Marturia, Koinonia, dan Diakonia).

CITA-CITA DARI FEDERASI INI
cita-cita dari federasi ini tercermin dalam mottonya : “Ut Omnes Unum Sint” (Yohanes 17 : 21a). Idealisme teologis ini berupaya dalam mengatasi diskriminasi bangsa, derajat, warna kulit dan bahasa.


Berikut ini adalah sejarah GMKI dari tahun ke tahun :
1880 : The Day Of Prayer
(Persekutuan Doa antar Mahasiswa)

1895 : WSCF (World Students Christian Federation)
Pertemuan antar mahasiswa Eropa dan Amerika di istana kuno Vedstena, Danau Wettern Swedia, agustus 1895

(1920 – 1930) : 
MAHASISWA INDONESIA MELIHAT TERANG MASA PENABURAN
Kedatangan senior friend dari belanda NCSV (Nederlands Christelijk Studenten Vereeniging) Ir.C.L.Van Dorn bersama istrinya ke beberapa kota di jawa membuahkan hasil. Beliau bertemu dengan seorang pemuda asal Maluku yang sedang bersekolah di Stovia Batavia, sekolah Kedokteran zaman Belanda (sekarang kampus Universitas Indonesia). Johanes Laimena mereka melakukan aktifitas-aktif­itas pelayanan, telaah alkitab, pa, diskusi dan doa-doa, hingga akhirnya pada tahun 1930 tercatat 40 orang mahasiswa yang aktif.

(1930 – 1940) : 
MASA PERTUMBUHAN
Lahirlah organisasi mahasiswa Kristen Indonesia pada tanggal 28 desember 1932 yang dinamakan Christelijk Studenten Vereeninging Op Java (CSV Java). Hal ini terdorong dengan berkunjungnya Dr.J.R.Mott. Sekjen WSCF 1962 yang datang untuk mempersiapkan penyelenggaraan­ Kongres WSCF di Asia Tenggara, tepatnya di Citerup, Bogor 1933. Aktivitas mahasiswa Kristen Indonesia tidak hanya bergaung local dan nasional tetapi sudah mendunia. Terbukti dengan hadirnya delegasi mahasiswa Kristen Indonesia pada berbagai konfrensi. Mr.P.G.Kheuw ketua umum CSV Op Java, pada pertemuan di Oakland, dan Nn. Tien Frans,SH dalam konfrensi pemuda sedunia di Dusterdam tahun 1939.

(1940 – 1950) : 
MASA PERJUANGAN
Perang dunia II (Asia Timur Raya)
1942 Jepang menduduki Indonesia
Kondisi membuat mahasiswa Kristen harus ikut berperang, sehingga CSV Op Java hanya tingga nama.
Ibukota dipindahkan ke yogyakarta (Om Jo. Leimena sebagai pejabat presiden)
Mahasiswa Kristen mendirikan perhimpunan mahasiswa Kristen Indonesia (PMKI) di yogyakartya
Pada sisi lain mahasiswa pendudukan belanda kembali mengaktifkan CSV, seperti di bandung dan Jakarta.
Hadirnya organisasi ini berpengaruh sampai di WSCF.
Dalam pertemuan di Cylon kedua organisasi ini ditolak delegasinya bahkan tidak diterima sebagai anggota penuh WSCF.

(1950 – 1960) : 
MASA PERKEMBANGAN
Terjadi perpecahan dalam tubuh mahasiswa Kristen PMKI dan CSV.
09 Februari 1950, tepatnya di jalan teuku umar 36 jakarta, rumah dr.j. Leimena terjadi peleburan kedua organisasi ini yang kemudian muncul sebah nama baru yaitu : “ Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia”
Pimpinan pusat GMKI dipercayakan kepada Dr.J.Leimena, dan Dr.O.E.Engelen.
Kongres I (23-29 desember 1950), telah mengambil secara serius menstudykan pancasila sebagai dasar Negara, atau singkatnya GMKI sebagai organisasi mahasiswa pertama yang meletakan pancasila sebagai Tema Pokok dalam konfrensi
25 mei 1950 GMKI turut membentuk/ mempelopori lahirnya DGI(Dewan Gereja Indonesia) sekarang PGI
Selama kongres I itu telah tercatat 481 orang anggota yang tersebar pada 5 cabang (Jakarta, bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Makasar)
Tercatat sesepuh-sesepuh­ baik di GMKI maupun pada wadah-wadah oikumene antara lain: (Sunan Gunung Mulia, Om Jo Leimena, Ephorus Sihombing, Ch Abeneno, Marantika)
Tahun 1956 GMKI hadir dan mengikuti kongres pemuda asia afrika di bandung

(1960 – 1970) : 
MASA KONSOLIDASI
Masa ini diawali dengan KSN (konfrensi study nasional) dan MUSKET (Musyawarah Ketua-Ketua Cabang) tahun 1960 di lawang Jawa Timur.
Kongres ke–VIII GMKI tahun 1961 di Surabaya terjadi restrukturisasi­ dan diberlakukannya­ AD/ART yang baru.
System organisasi berubah dari desentralisasi menjadi sentralisasi yang diatur oleh pengurus pusat.
Terjadi pembentukan cabang-cabang baru.
Pelaksanaan LTC (Leadership Training Course)
Oktober 1964 berlangsung MUSKET di ambon dengan Tema : “Bina intelegensia Kristen Indonesia dalam pembentukan kader revolusi”
Kongres X di manado menghasilkan 2 keputusan penting :
- GMKI adalah anak gereja dalam revolusi
- GMKI adalah organisasi masa kader Kristen
Tahun 1961 GMKI mengambil inisiatif untuk mempertyemukan 2 organisasi pemuda Kristen saat itu : persekutuan pemuda Kristen Indonesia (PPKI) dan majelis pemuda Kristen oikumene (MPKO) di gedung grafika kebayoran yang bersepakat melebur diri menjadi “ gerakan angkatan muda Kristen Indonesia” (GAMKI)
Peristiwa G.30S/PKI tidak terlepas dari gumulan GMKI pada masa konsolidasi. Hal ini tebukti dengan digumulkan pada kongres ke- XI di makale 1967 bahkan pada kongres sebelumnya di manado.
Sampai dengan kongres ke- XI tercatat sudah 75 cabang yang dikoordinir oleh 12 KORDA.

(1970 – SEKARANG) : 
MASA PENGUTUSAN
Pada kongres XII tahun 1970 di kupang disepakati GMKI sebagai gereja yang fungsional di perguruan tinggi
22 Februari 1972 di cipayung (GMKI,HMI,PMKRI­,PMII) lahirlah sebuah kelompok yang diberi nama “ kelompok cipayung”
23 Juli 1973 PP GMKI bersama pimpinan organisasi pemuda/­mahasiswa sepakat untuk membentuk sebuah wadah berhimpunyang di beri nama “ KNPI” “Komite Pemuda Nasional Indonesia”
February 1975 di salatiga, dalam seminar pendidikan kader GMK, dirumuskan pola/ metode baru pendidikan kader di GMKI yang relevan dengan tuntutan 3 medan pelayanan. Hasil seminar tetap digunakan dengan penyesuaian dan perubahan sesuai falsafah GMKI yakni : “ Gerakan Kader Dan Evangelisasi, Juga Sebagai Gerakan Study/ Dan Eksperimentasi”


Sekian. UT OMNES UNUM SINT.. Syaloom ^^

0 komentar:

Posting Komentar